Selasa, 26 Juli 2011

Pry For My Son

Pry for my son

oleh 'papa Ozy Darma pada 13 Mei 2011 jam 21:0

Tuhanku….
Bentuklah putraku menjadi manusia yang cukup kuat,
Untuk mengetahui manakala ia lemah
Dan cukup berani menghadapi dirinya sendiri manakala ia takut;
Manusia yang bangga dan teguh dalam kekalahan,
Jujur, rendah hati serta berbudi halus dalam kemenangan.

Bentuklah putraku
Menjadi manusia yang hasratnya tak pernah mati;
Putra yang selalu mengingat Engkau
Dan insyaf bahwa mengenal dirinya sendiri adalah landasan pengertian.

Tuhanku,
Aku mohon agar putraku jangan dipimpin di jalan yang mudah dan lunak,
Tetapi di bawah tekanan dan desakan, kesulitan dan tantangan
Didiklah putraku menjadi manusia yang hatinya jernih yang cita-citanya tinggi
Putra yang sanggup memimpin dirinya sendiri
sebelum berhasrat memimpin orang lain.
Putra yang menjangkau masa depan
Namun tak pernah melupakan masa lampau
Dan setelah kini menjadi miliknya.
Aku mohon putraku diberi perasaan jenaka
Agar ia dapat bersungguh-sungguh
Tanpa menganggap dirinya terlampau serius.

Tuhanku
Berilah ia juga kerendahan hati
Agar ia selalu ingat kesederhanaan, keagungan sejati,
Sumber kearifan, kelembutan dan pada kekuatan sejati;
Dengan demikian, maka aku ayahnya
Akan memberanikan diri berkata
“Hidupku tidaklah sia – sia “

Selasa, 19 Juli 2011

Mengadu padaMu

Tuhan
Tunjukkanlah jalan hidup yang harus aku temui
Tunjukkanlah pekerjaan yang harus aku kerjakan
Tunjukkanlah

Senin, 18 Juli 2011

Waktuku untuk mengabdi pada Mu

Ketika mataku terbuka
Aku mengingat Mu
Tugas apakah yang Engkau berikan padaku
Untuk aku jalankan hari ini?

Ketika kakiku kulangkahkan
kutemui sanak saudaraku yang membutuhkanku
Diantara mereka telah banyak menolongku
Dan aku punya kewajiban membalasnya

Ketika Seorang saudaraku memintaku tuk membantunya
Dengan segenap daya upaya kucurahkan kemampuanku
untuk menjalankan amanat yang diberikan kepadaku
untuk mensukseskan acaranya

Ketika ada salah yang kulakukan
ternyata ada ketidaksenangan dan sedikit teguran untukku
Begitulah manusia biasa
Tidak luput dari salah dan dosa

Ketika aku mawas diri
Aku sudah melakukan yang terbaik yang bisa aku lakukan
Aku sudah memilih untuk melewatkan waktuku dengan caraku
dia memberikan tugas padaku namun tugas dariNya lebih aku utamakan.

Maafkanlah bila aku mencintaiMu melebihi yang lain
Karena aku merasakan Kasih SayangMu
Tidak ada yang menandinginya
Hanya kepada Engkaulah aku memohon dan meminta pertolongan

Semoga Engkau memudahkan jalanku untuk mengabdi padaMu
Sehingga tidak ada yang mampu mengisi hatiku selainMu
Cukup Engkau sajalah yang menjadi penolongku
Hidup dan matiku adalah kehendakMu

Oleh : Bowo Cahyono
Nganjuk, 19 Juli 2011 04.03 WIB

Jumat, 15 Juli 2011

Tujuan Bernegosiasi

Negosiator mestilah memiliki tujuan dalam setiap langkah yang dilakukan dalam bernegoisasi. 

Tujuan dalam negoisasi itu mengarahkan sang negoisator dalam setiap langkah yang dijalaninya

Dalam setiap langkah-langkah yang terintegrasikan dalam suatu tujuan yang jelas, maka akan tersusunlah standart pencapaian, atau record dari perkembangan usahanya

Sehingga dalam menegosiasikan tujuan jangka panjang bisa dibagi-bagi dalam jangka yang lebih pendek